Pengaruh Perkembangan Pembangunan Banjir Kanal Barat terhadap Masyarakat

PEMBANGUNAN NASIONAL
Pengaruh Perkembangan Pembangunan Banjir Kanal Barat (potongan 1 dan 2 bagian barat) terhadap Masyarakat


Dosen Pengampu:
Dra. Sri Yuwanti


Disusun oleh:
Dea Ayu Natasia
Nim. 17.53.0060

                SEKOLAH TINGGI ILMU PARIWISATA INDONESIA
(STIEPARI)
Semarang
2018



KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya Kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah tentang “Pengaruh Perkembangan Pembangunan Banjir Kanal Barat (potongan 1 dan 2 bagian barat) terhadap Masyarakat” untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat terlibat di dalam perkembangan tersebut, meskipun banyak kekurangan di dalam proses observasi dan pembuatan makalah ini. Dan saya juga berterima kasih kepada Ibu Dra. Sri Yuwanti . selaku Dosen mata kuliah Pembangunan Nasional STIEPARI yang telah memberi tugas ini kepada saya untuk kepentingan syarat penilaian UAS.
Saya sangat berharap Makalah dan observasi ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai bagaimana respon masyarakat terhadap perkembangan pembangunan kanal ini. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam Makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu saya berharap adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikkan Makalah yang akan saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga laporan ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan Laporan ini di waktu yang akan datang.





Semarang, 13 Januari 2018








BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Persoalan banjir sudah lebih dahulu dialami oleh Kota Batavia. Pada era VOC sungai Tjiliwong disodet dengan membangunan kanal melalui jalan Gajah Mada yang sekarang dan kemudian disodet lagi dengan membangun kanal melalui jalan Gunung Sahari yang sekarang. Ternyata itu tidak cukup, lalu di era Pemerintah Hindia Belanda dibangun Banjir Kanal Barat dan di era RI dibangun Banjir Kanal Timur. Setelah kanalisasi di Kota Semarang, disusul kemudian kanalisasi di Kota Surabaa dan Kota Padang. Empat kota ini memiliki riwayat banjir yang mirip dan tipologi pembangunan kanal yang kurang lebih sama. Proses pembangunan Banjir Kanal Barat dan pembangunan Banjir Kanal Timur di Semarang dan hal yang terkait dengan dua kanal ini tidak pernah ditulis.
Pada masa ini Banjir Kanal Barat yang panjangnya sekitar sembilan kilometer dan Banjir Kanal Timur yang panjangnya sekitar enam kilometer sempat terbaikan tetapi kini telah diurus dengan baik dan di bangun secara signifikan. Mari kita mulai dengan riwayat Banjir Kanal Barat dan pembangunan Bendungan Simongan. Pada peta-peta sebelumnya belum ada terindikasi kanal, tetapi dalam Peta Kota Semarang 1875 teridentifikasi sebuah kanal di sebelah barat kota dengan menyodet sungai Semarang di desa Lemah Gempal.
Kanal ini tampaknya dibangun untuk dua tujuan: untuk mengairi pencetakan sawah baru dan untuk mengurangi ketinggian air di tengah kota bila musim hujan. Kanal ini tampaknya skala kecil. Pada Peta Kota Semarang 1880 kanal kecil itu telah diperbarui dengan melebarkan sungai dan menambah kedalaman kanal. Kanal ini kemudian disebut Banjir Kanal. Banjir Kanal ini mulai beroperasi pada tanggal 23 Januari 1879.
Banjir Kanal Barat yang sekarang tidak hanya sebagai tempat penampung air dan mengurangi ketinggian air bila musim hujan, saat ini Banjir kanal barat sudah menjadi fasilitas umum bagi seluaruh masyarakat. Perkembangan ini sangat signifikan, setelah di bangunnya jembatan baru penghubung jalan Puspanjolo dan jalan Lemah gempal hingga Basudewa. Pembangunan ini terus di kembangkan dan di kelola dengan baik.
Perkembangan dari pembangunan Banjir kanal barat sendiri semakin pesat, dengan adanya fasilitas umum seperti taman, halaman pinggir kanal yang begitu luas sehingga menjadikan tempat untuk berolahraga seperti senam, batu batuan kecil yang memang di ciptakan untuk refleksi, track jogging sepanjang jalan inspeksi puspanjolo dan basudewa, dan juga disediakan spot foto kekinian di pinggir kanal nya yang mempunyai pemandangan indah di belakangnya. Banjir Kanal Barat ini sangat cocok untuk seluruh kalangan masyarakat dan semakin ramai pengunjung setiap harinya.
Banyaknya pengunjung yang datang sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar kanal, masyarakat sekitar memanfaatkan dari segi ekonomi, maka terlihat jelas adanya usaha usaha milik masyarakat sekitar, seperti kafe, rumah makan, warung, toko, dan lainya. Selain itu kurangnya lahan dan area parkir menyebabkan jalan inspeksi seringa macet.
Pembangunan masih terus berkembang hingga sekarang, seperti penambahan aksesoris dan fasilitas pendukung lainnya seperti bangku, lampu lampu dipinggir kanal, lampion, aksesoris, tanaman sepanjang jalan, dan tempat sampah. Serta terus dilakukannya proses penggerukan tanah sedimentasi membuat alat berat terus masuk dan keluar di jalanan yang menyebabkan jalan inspeksi puspanjolo bergelombang dan rusak.
Dalam perkembangan banjir kanal barat juga memiliki aspek positif dan negative, pemasangan lampu di pinggir kanal juga tidak efisien karena kurang menerangi jalan, sehingga ada beberapa pasangan, pemabuk, dan penindak kriminal yang memanfaatkan hal ini pada malam hari hingga dini hari, jadi uasaha apa yang akan dilakukan masyarakat dan respon masyarakat tentang hal ini.

1.2              Ketertarikan
Faktor dan elemen saya memiliki ketertarikan untuk mengangkat judul makalah ini adalah karena saya melihat sendiri bagaimana perkembangan pembangunan tersebut, dan jarak dari rumah saya tinggal sangat dekat dengan Banjir Kanal Barat. Serta keingintahuan tentang bagaimana respon masyarakat sekitar, pengguna fasilitas, pedagang, dan pekerja tentang perkembangan yang terjadi.
1.3              Pengetahuan
Banjir Kanal Barat adalah saluran air kolektor sebagai salah satu cara penanggulangan banjir yang berada di Kota Semarang. Inti konsep Banjir kanal adalah mengendalikan aliran air dari hulu sungai dengan mengatur volume air yang masuk ke kota Semarang dan akan membuat beban sungai di utara lebih terkendali.
Pengelola Banjir Kanal Barat sediri belum terbentuk, maka segala bentuk kegiatan dapat diajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWSPJ). Banjir Kanal Barat masih dikelola oleh pemerintah pusat, harapannya badan pengelola akan banyak melibatkan pelaku wisata selain Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemerintah Kota Semarang.
1.4              Masalah
Ketidaktahuan tentang bagaimana respon dan tanggapan masyarakat yang sebenarnya tentang pembangunan Banjir Kanal Barat yang terus menerus di lakukan, dan penanggulangan masyarakat tentang penyalahgunaan tempat serta tindakan yang dilakukan dalam keterlibatan perkembangan pembangunan Banjir Kanal Barat.
Untuk mengatasi masalah masalah tersebut, kita perlu mengetahui bagaimana respon masyarakat dan apa saja yang di inginkan masyarakat untuk perkembangan pembangunan agar semakin baik, dan dibutuhkan keterlibatan sosial untuk menjaga lingkungan serta bekerjasama agar pembangunan Banjir Kanal Barat ini bisa berjalan dengan baik dan dimanfaatkan secara positif sesuai kebutuhan warga sekitar, pengunjung, pelaku ekonomi, dan pemerintahan.








BAB II
PEMBAHASAN

2.2       Teori
2.2.1    Peran Pemerintah dalam Pembangunan Banjir Kanal Barat
            Banjir kanal barat yang dulu dipenuhi rumput tinggi nan lebat serta dihuni banyak ular sekarang telah menjelma menjadi tempat favorit bagi warga kota Semarang dan sekitarnya untuk menghabiskan waktu berkreasi.
            Kawasan Banjir Kanal Barat di bangun dengan nilai anggaran Rp 288 Miliar sepanjang 9,2 km memanjang dari hulu ke hilir. Proses pengerjaan pembangunan ini sejak tahun 2009 telah selesai dengan hasil seperti sekarang ini. Walaupun masih banyak kekurangan sana sini, tetapi untungnya pemkot tidak tinggal diam. Tahun 2013 lalu pemkot menganggarkan Rp 11 Miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di seputaran Banjir Kanal Barat.

2.2.2    Progam kerja pemerintah terhadap pembangunan Banjir Kanal Barat
Nampaknya untuk progam kerja pemkot semarang atau badan penengelola Balai Besar Pemali Juana belum mengadakan proyek lanjutan untuk Banjir Kanal Barat selain membersihkan sisa sedimentasi di hulu. Pemkot Semarang dan BBSWPJ sedang fokus terhadap normalisasi sungai yang akan di lakukan di Banjir Kanal Timur.
2.3       Konsep
            Perkembangan proses pembangunan Banjir kanal barat yang sangat signifikan dan pesat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan masyarakat di sekitar. Hal ini di perlukannya keterlibatan masyarakat dan mengetahui hal apa saja yang berpengaruh dalam masyarakat, serta apa yang di inginkan warga sekitar.






BAB III
METODOLOGI

3.1       Observasi dan wawancara
            Perkembangan pembangunan ini sangat signifikan, terlihat jelas saat saya menuju ke Banjir Kanal Barat menggunakan kendaraan saya hanya berjarak 1 Km dari tempat tinggal saya yang berada di jalan Kumudasmoro lalu melalui jalan Pamularsih dan Simongan untuk berolahraga jogging sore. Yang pertama terlihat adalah waduk atau pintu air Banjir Kanal Barat, lalu saya memarkirkan kendaraan saya di depan Sekolah tinggi theology baptis yang terletak di samping kiri Banjir Kanal Barat.
            Saya melanjutkan penelusuran saya di Banjir Kanal Barat dengan berjalan kaki dan jogging dari arah Puspanjolo kea rah jembatan Madukoro atau potongan ke 2 bagian barat. Yang saya amati pertama adalah sampah. Nampaknya banyak sekali sampah yang tersebar dan gundukan pasir bekas pembuangan sedimentasi yg tidak di bersihkan, padahal sudah di sediakan tempat sampah dan sudah di kategorikan untuk organic dan non organic. Bahkan ada pula tempat sampah di pinggir pinggir jalan inspeksi.

            Foto Tempat Sampah milik BBWSPJ yang berada di pinggir banjir kanal barat

  
Foto tempat sampah yang berada di pinggir jalan inspeksi
            Jumlah tempat sampah berwarna biru kuning sendiri memiliki jumlah yang cukup banyak pada pinggiran track jogging, namun masih dimanfaatkan secara kurang baik. Tidak kalah pula jumlah tempat sampah pada pinggir jalan inspeksi yang juga banyak. Namun pengguna jalan dan fasilitas masih sering menyinyiakannya, mereka lebih memilih untuk membuang sampah sembarangan. Seperti yang terlihat pada foto berikut.










Foto sampah yang berceceran dan gundukan pasir bekas sedimentasi

            Setelah saya berkeliling sebentar, ternyata masih ada proses penggerukan tanah sedimentasi dengan alat berat, yang saya pikir awalnya adalah sebuah proyek lanjutan.

Foto alat berat proses sedimentasi


            Di pinggir jalan inspeksi juga di Tanami rumput dan tanaman, tidak berselang lama saya kembali ke taman atau potongan 1 bagian barat selain itu terlihat juga beberapa warung makan dan took di pinggir jalan inspeksi Banjir Kanal Barat. Sesampainya di taman terlihat beberapa masyarakat yang sedang melakukan senam sore, dan beberapa warga lainnya sedang berjalan jalan serta duduk duduk santai bersama keluarga, teman, dan pacar. Ada pula beberapa remaja yang asik berselfie di spot foto yang di sediakan.
Selang beberapa menit, saya melihat seorang bapak bapak sedang duduk santai bersama cucunya, saya menghampiri beliau, meminta ijin untuk duduk di samping beliau dan pura pura saya beristirahat karena kelelahan setelah berlari. Sambil mengawasi cucunya yang sedang bermain, beliau mempiersilahkan saya untuk duduk beristirahat di sampingnya. Saya mulai menanyakan beberapa hal mendasar seperti dari mana asal beliau, ternyata beliau adalah warga sekitaran pamularsih dan masih termasuk tetangga saya,dan bertanya sedang apa berada di tempat tersebut. Bertambah akrab percakapan kami, alih alih saya mewawancarai tentang perkembangan pembangunan Banjir Kanal Barat. Menurut Bapak Agung warga Kumudasmoro 58 tahun , Perkembangan ini sangatlah cepat, dan amat sangat berguna bagi warga sekitar, beliau mengatakan pemkot semarang sudah sukses membuat fasilitas seperti Banjir Kanal Barat ini, di Banjir Kanal Barat sangat apik di jadikan tempat liburan santai bersama keluarga, berjalan jalan,sambil melihat aliran sungai dan pepohonan yang membuat udara sejuk. Lalu lanjutlah perbincangan kami dan tak terasa senja pun tiba.
Di hari berikutnya saya pergi ke Banjir Kanal Barat lagi dengan pakaian dan sepatu sporty seperti orang yang akan berolahraga. Kali ini saya fokus pada potongan 1 bagian pertama. Setelah saya parkir saya langsung menuju ke Taman. Saya berkeliling untuk mencari orang yang bisa diwawancarai, tapi dengan alih alih mengobrol. Saya bertemu dengan kakak kelas saya waktu smp, akhirnya kami mengobrol tentang pembangunan banjir kanal barat. Putri 22 tahun Sarjana Hukum Unnes warga Puspanjolo mengatakan bahwa pembangunan ini salah satu progam untuk konservasi lingkungan dan perkembangan yang cukup signifikan. Perkembangan pembangunan yang cukup terlihat ini menambah pengunjung semakin berdatangan. Hanya kurangnya lahan parkir menyebabkan jalanan sedikit macet. Kesempatan ekonomi bagi warga juga bertambah dengan di bangunnya café, warung makan, dan toko. Putri juga menanggapi tentang penyalahgunaan fasilitas pada malam hari seperti orang mabuk dan pasangan yang berbuat mesum, Dia mengatakan bahwa lampu yang berada di sederet jalan inspeksi tidak membantu, karena keadaan pada malam hari tetaplah gelap dan disalahgunakan bagi orang tidak bertanggung jawab. Tampaknya pula dia masih bingung dengan panggung atau altar di tengah kanal yang dikatakan sebagai pemecah air atau sebuah panggung, yang jika ada festival akan digunakan.


Berikut foto lainnya yang akan saya tampilkan.




BAB IV
KESIMPULAN

4.1       Hasil Lapangan
            Banyak warga setempat yang menikmati manfaat dari perkembangan pembangunan ini, dari segi ekonomi, maupun hanya pengguna fasilitas umum saja. Nampaknya memang benar bahwa Pembangunan ini sangat signifikan dan cepat, terbukti beberapa warga mengakuinya. Untuk masalah penyalahgunaan dan jalan yang bergelombang sebaiknya perlu diatasi dengan cepat, karena sangat menggangu pengguna jalan dan warga setempat.
            Banjir Kanal Barat potongan 1 dan 2 sangat mempengaruhi warga sekitar, pengunjung, pedagang, dan pemerintahan. Untuk perawatan nampaknya sudah ada beberapa petugas yang saya lihat dalam dua hari rutin untuk menyirami tanaman dan pohon pada dua potongan tersebut. Dan masih terlihat pengerukan tanah sedimentasi di sungai bagian bawah.







BAB V
PENUTUP

5.1       Saran
Adapun saran yang bisa penulis sampaikana dalah terus dilestarikan tradisi sedekah laut, sebab sebagai salah satu adat budaya nasioanal yang mempunyai makna dan fungsi bagi masyrakat. Apabila dalam penulisan makalah ini ada kesalahan, saya atas nama penulis memohon untuk memberikan kritik, saran dan masukannya yang bersifat untuk membangun agar menuju kepada kesempurnaan.




Comments

Popular Posts